| by | Filed under Otomotif, Tips Trik & Modifikasi.

Jika pengukur temperatur cairan pendingin mesin anda menunjukkan panas berlebihan dan apabila anda mengetahui mesin anda kekurangan tenaga atau jika terdengar bunyi ketukan atau mengelitik yang keras pada mesin anda kemungkinan mesin anda terlalu panas. Maka ikutilah prosedur berikut ini.

  • Menipilah ke tempat yang aman, hentikan kendaraan anda dan nyalakan lampu darurat. Pindahkan transmisi pada posisi P (otomatis) atau netral (manual) dan gunakan rem parkir, matikan air conditioner, apabila sedang digunakan.
  • Jika cairan pendingin mesin, uap yang mendidih keluar dari radiator atau tangki reservoir, matikan mesin. Tunggu hingga mesin dingin sebelum membuka kap mesin. Jika tidak ada cairan pendingin yang mendidih atau uap yang keluar, biarkan mesin tetap hidup dan pastikan kipas pendingin elektrik bekerja. Jika tidak, putar swicth mesin ke Off.

Catatan :

Untuk membantu menghindari cedera seseorang, biarkan kap mesin tertutup sampai tidak ada uap yang keluar.  Keluarnya uap atau cairan pendingin menandakan tekanan sangat tinggi.

  • Periksa secara visual untuk mengetahui apakah drive belt (water pump belt) mesin putus atau kendor.  Lihatlah untuk mengetahui adanya kebocoran cairan pendingin mesin dari radiator, selang-selang dan bagian bawah kendaraan. Akan tetapi, ingatlah bahwa air yang keluar dari AC merupakan hal yang normal jika digunakan,

Catatan :

Ketika mesin hidup, jauhkan tangan dan pakaian anda dari putaran kipas dan drive belt mesin.

  • Jika drive belt mesin putus atau cairan pendingin mesin bocor, segera matikan mesin. Hubungi bengkel servir untuk memeriksanya.
  • Jika drive belt mesin masih dalam keadaan bagus dan tidak terdapat kebocoran cairan pendingin, periksa reservoir cairan pendingin. Jika kosong, tambah cairan pendingin ke reservoir pada saat mesin hidup. isi sampai kira-kira setengah penuh.

Catatan:

Jangan lepas penutup radiator mesin panas. Cairan atau uap panas yang menyembur dapat mengakibatkan cedera serius.

  • Setelah temperatur normal, periksa kembali permukaan cairan pendingin mesin dalam reservoir. Jika diperlukan, tambahkan lagi hingga permukaan cairan pendingin mesin berada diantara garis FULL dan LOW pada resevoir. Berkurangnya cairan pendingin secara serius menandakan adanya kebocoran dalam sistem.