| by | Filed under AFC, Bola.

Banyak pemain sepak bola Indonesia yang menginginkan untuk bermain di level Internasional, tetapi dikarenakan ketat dan susahnya dalam bersaing di antara pemain propesional lainnya membuat sulitnya menembus  ke kompetisi level tinggi tersebut. Namun, di balik itu ternyata ada 5 pemain sepak bola berdarah asli indonesia yang pernah bermain di luar negeri, dan merasakan kompetisi di luar negeri secara profesional di antaranya sebagai berikut:

1. Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas
Ikon klub Persija Jakarta ini yang akrab di sapa Bepe, merupakan generasi emas striker Indonesia. Pemain yang tergabung dalam proyek lanjutan Primavera yang diberi nama Bareti adalah pemain paling menonjol kala berguru di Italia hingga klub Divisi 3 Liga Belanda, EHC Norad mau mengontraknya. Namun sayang, masalah adaptasi cuaca membuat Bepe diputus kontrak beberapa bulan ke depannya. Penampilan gemilang lainnya bersama klub luar negeri terjadi dalam Liga Malaysia kala memperkuat Selangor FC bersama rekannya di timnas, Elie  Aiboy. Dari 42 penampilannya, Bepe sukses membukukan 39 gol.

2. Ricky Yakobi

Ricky Yakobi
Masa keemasan pemain kelahiran Medan 12 Maret 1963 ini adalah kala memperkuat Arseto Solo pada era 80-an. Usai tampil gemilang bersama timnas Indonesia di Asian Games 1986, Ricky menarik minat tim asal  Liga Jepang yakni Matsushita untuk menggunakan jasanya dalam kompetisi tahun 1988. Namun sayang lagi-lagi cuaca dingin di Negeri Sakura yang membuatnya harus hengkang, sehingga dia hanya bermain empat laga saja dan hanya menyumbang satu gol bagi Matsushita.

3. Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto
Sama halnya dengan Bambang, Kurniawan ikut bergabung bersama tim Primavera Indonesia saat berlatih di  Italia, semakin mematangkan skill bermainnya sehingga menarik perhatian salah satu klub Liga Swiss yakni FC Luzern pada 1994-1995. Bermain dalam 10  laga, Kurus hanya bisa mencetak satu gol. Namun, prestasi itu tidak menyurutkan klub Italia, Sampdoria memakai jasanya untuk  bermain pada seri B musim 1996-1997. Satu klub asing lainnya adalah Serawak FC dalam Liga Malaysia pada 2006. Namun karena tak kunjung mencetak gol, pihak manajemen akhirnya memutus kontrak Kurus di tengah jalan.

4. Kurnia Sandy

Kurnia Sandy
Inilah kiper Indonesia yang sempat menjatuhkan tandatangannya bersama klub luar negeri usai berguru di Italia bersama tim Primavera. Kiper kelahiran Semarang,  24  Agustus 1975 ini menandatangani  kontrak bersama Sampdoria pada musim kompetisi 1996-1997 sebagai penjaga gawang ketiga. Namun, ia hanya setahun bersama Sampdoria dan akhirnya harus balik ke Indonesia.

5. Rocky Putiray

Rocky Putiray
Seperti halnya Ricky Yakobi, Rocky mengawali kariernya bersama Arseto Solo. Pemain kelahiran Maluku 26 Juni 1970 ini bisa dikatakan merupakan pemain Indonesia tersukses kala berkarier pada kompetisi luar negeri. Klub pertamanya kala berkiprah adalah Instant Dict pada Liga Hongkong 2001. Bermain 15 laga, Rocky mampu mengemas 20 gol. Selanjutnya, pada musim 2002-2004 bermain  untuk Kitchee FC dengan torehan 41 gol dari 20 laga.

Pada 2004-2005, dia memperkuat South China AA dengan torehan 15 gol dari 25 penampilan. Gol spektakuler  Rocky yaitu pada kala mencetak 2 gol ke gawang AC  Milan pada 31 Mei 2004 saat masih bergabung bersama tim bintang Liga Hongkong. Dua gol Rocky sekaligus membawa kemenangan timnya atas AC Milan dengan skor akhir 2-1.