| by | Filed under Otomotif, Tips Trik & Modifikasi.

Meski dari segi konsumsi bahan bakar, Mobil bermesin Diesel sebenarnya lebih irit dibanding mobil dengan mesin berbahan bakar bensin, namun hal itu rasanya belum cukup hingga masyarakat enggan membeli mobil dengan type mesin berbahan bahan bakar solar tersebut.

Umumnya masyarakat enggan membeli Mobil Bermesin Diesel dikarenakan suara dan getaran mesin jauh lebih besar, tingkat pencemaran udara karena asap hitam yang keluar dari knalpot serta berbagai macam kekurangan lainnya.

Namun perlu diketahui bahwa alasan tersebut bisa dijadika patokan jika yang dibandingkan itu adalah mobil dengan mesin konvensional atau yang pertama diterapkan dalam mesin diesel.

Sekarang dengan seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih, produsen mobil pun terus melakukan inovasi terhadap mesin diesel. Salah satunya yang mulai banyak digunakan, yakni Mesin Diesel Common Rail Direct Injection (CRDI) yang diklaim jauh lebih baik daripada mesin diesel konvensional.

Mobil Bermesin Diesel Berteknologi Common Rail Direct Injection (CRDI)

mesin-diesel-common-rail-irit-bbm

Training Center Head Isuzu Astra Motor Indonesia Reiner Tandiyono mengatakan ada beberapa keunggulan dari mobil bermesin diesel berteknologi common rail ini diantaranya ialah:

  1. Dengan sistem injeksi yang semuanya dikontrol oleh ECM Engine Control Module, Emisi karbon yang dihasilkan mesin diesel common rail jauh lebih rendah ketimbang mesin diesel konvensional bahkan lebih rendah dari mesin mobil yang menggunakan bensin.
  2. Dengan emisinya jauh lebih rendah dan output lebih tinggi, kondisi itu membuat tekanan injeksi yang tinggi di setiap level penggunaan.
  3. Mesin diesel common rail juga memiliki suara dan getaran lebih halus dibandingkan mesin diesel konvensional.
  4. Performa yang lebih baik, di mana pengaturan waktu penginjeksian lebih fleksibel.
  5. Pengaturan tekanan injeksi luas, terutama dalam merespons putaran mesin dan beban.
  6. Lebih irit BBM dibanding mesin diesel konvensional dan mobil yang menggunakan bensin.
  7. Karena sistemnya sudah menggunakan sensor, Mesin diesel modern berteknologi common rail lebih mudah dalam ursan perawatan dibanding mesin diesel konvensional.

Tapi dengan menggunakan mobil diesel berteknologi common rail ini ada yang harus diperhatikan dan dicermati. Sama halnya mobil mesin bensin yang memiliki kompresi mesin tinggi maka memiliki tuntutan mengkonsumsi bahan bakarnya yang memiliki nilai oktan lebih tinggi, Begitu pula pada teknologi common rail ini juga harus menggunakan solar dengan kualitas baik agar kinerja mesin bisa maksimal.

Intinya yah kalau Diesel Common Rail itu asal bisa menjaga kualitas dari penggunaan solarnya saja, maka tentunya mesin jauh lebih awet dan akan minim dari permasalahan.