| by | Filed under Mobil, Otomotif.

PT Pertamina Tbk sudah mulai menerapkan tahap uji awal Radio Frequention Identification (RFID) atau Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna meminimalisir kecurangan bagi mobil dan sepada motor. Tahap pertama ini akan diberlakukan di DKI Jakarta lalu nantinya akan berlaku di setiap SPBU di seluruh Indonesia.

RFID Pertamina

Pemasangan RFID akan diletakan pada mulut tangki mobil, dengan bentuk melingkar dan setengah lingkaran isinya berupa chip identitas kendaraan pada plat hitam. Sementara pada SPBU, akan dipasang RFID reader di onselnya sehingga pas nozzel masuk ke mulut tangki akan terdeteksi nomor kendaraan serta BBM yang telah diisinya.

Pemasangan perangkat RFID berupa chip tersebut membutuhkan waktu lima menit yang dipasang pada mulut tangki kendaraan dengan sistem jika perangkat dicabut nozzle tidak bisa mengalirkan BBM subsidi lagi ketangki dan otomatis chip akan rusak. Lalu untuk biaya pemasangan Gratis?

Untuk sementara sudah ada empat SPBU yang telang dipasang RFID untuk uji coba, diantaranya di Jawa Tengah satu SPBU dan tiga SPBU di Jakarta. Namun, kendala dari RFID adalah legalitas di dalam ranah hukum dengan maksud yaitu seluruh kendaraan wajib pasang RFID sebagai standar perlengkapan kendaraan.