| by | Filed under Otomotif, Tips Trik & Modifikasi.

Pada umumnya kita bisa mengetahui berapa maksimal top speed yang dikeluarkan oleh sepeda motor salah satunya lewat speedometer. Namun, yang jadi pertanyaan bagaimana jika motor tersebut tidak menggunakan speedometer seperti halnya motor yang dipakai untuk balap liar maupun ajang resmi Indonesia? Untuk itu, secara kalkulasi matematis Top Speed kendaraan bisa diketahui melalui beberapa tahap rumus sebagai berikut:

Drag Bike

Transfer energi pengerak pada mesin dimulai dari: Piston – Setang Piston – Big End – Kruk As – Gigi Primer – Gigi Sekunder – Kopling – Main Axle – Pinion Gear – Wheel Gear – Drive Axle – Gear Depan – Rantai – Gear Belakang – Roda Belakang. Maka daripada itu rumus reduksi & kecepatan akan digunakan dalam mencari perhitungan top speed secara matematis.

Rumus Kecepatan:
Rumus Kecepatan
Rumus Redukasi:

Rumus Reduksi
Sebagai contoh motor standar Yamaha Vixion buatan tahun 2012 dengan mempunyai spesifikasi roda gigi sebagai berikut:

  • Gigi Primer = 73/24
  • Gigi Skunder = 42/14
  • Ratio :
    – 1st = 34/12
    – 2nd = 30/16
    – 3rd = 30/21
    – 4th = 24/21
    – 5th = 22/23
  • Diameter efektif roda = 60 cm = 0.6 m
  • Putaran Maximum mesin = 10.000 rpm

Ditanyakan berapa kecepatan motor pada masing-masing giginya ? Jadi, terlebih dahulu temukan ratio reduksi total tiap gigi ( i ), kemudian di lanjutkan mencari kecepatanya dan seterusnya:

Mencari kecepatan gigi 1:
Kecepatan Gear 1
Jadi, kecepatan maksimal gigi 1 yaitu 43,72 km/jam.

Mencari kecepatan gigi 2:

Kecepatan Gear 2

Jadi, kecepatan maksimal gigi 2 yaitu 66,07 km/jam.

Mencari kecepatan gigi 3:

Kecepatan Gear 3

Jadi, kecepatan maksimal gigi 3 yaitu 86,72 km/jam.

Mencari kecepatan gigi 4:

Kecepatan Gear 4

Jadi, kecepatan maksimal gigi 4 yaitu 108,7 km/jam.

Mencari kecepatan gigi 5:

Kecepatan Gear 5

Jadi, kecepatan maksimal gigi 5 yaitu 129,51 km/jam.

Namun perlu juga diketahui, bahwa perhitungan tersebut belum seutuhnya bersih karena ada beberapa faktor yang membuat top speed berkurang seperti aerodinamis hempasan udara, kondisi jalan, bobot kendaraan dan lainnya.