| by | Filed under Bola, UEFA.

Sisi religius seseorang memang menjadi sebuah hal yang tidak lepas dari sebuah tingkah laku dikehidupan sehari-hari, tidak terkecuali bagi mereka yang bergelut di dunia sepakbola terlebih bagi para pesepakbola muslim. Yah, Memang tidak pernah ada batasan bagi siapa saja yang berlaga di salah satu olahraga yang paling populer di dunia itu.

Teladan Sepakbola Muslim Eropa [Gbr 1]

Maka tak heran rasa bagi pesepakbola muslim tak perlu lagi canggung untuk menampung sisi religius-nya. Mezut Ozil, Samir Nasri, Toure bersaudara dan Eric Abidal misalnya yang selalu melantungkan ayat suci Al-Quran bukan lagi pemandangan aneh di benua biru tersebut.

Maka tak heran bagi Abidal membawa tas kecil berisi Al-Quran, Eric pun turut mendapatkan Bidal dibelakang namanya usai memutuskan untuk memeluk islam sejak beberapa tahun silam. Meski dijamin kebebasan beragamanya, dibawah seseorang yang minoritas tetap saja bukan perkara yang mudah.

Maka kontroversi tak jarang mereka dapatkan kepada tokoh kepercayaan mereka, Frederic Kanaoute dan Papis Cisse menjadi saksinya. Membela dua klub berbeda dibawah sponsor rumah judi, keduanya sempat diancam dengan sanksi namun beruntung bagi keduanya karena rela menggunakan seragam klub dengan syarat tak diikutkan dalam promosi sang sponsor, hingga kebebasan beragama tetap diterima keduanya hingga sekarang ini.

Teladan Sepakbola Muslim Eropa [Gbr 2]

Lain halnya dengan Kanaoute dan Papis Cisse, lain halnya juga dari Yaya Toure dan Frank Ribery sangat dikenal sebagai muslim yang taat hingga minuman khas sampein pun tak pernah mereka sentuh sedikit pun. Jika punggawa munchen ini lari terbirit-birit kala ingin disiram sampein, maka kalimat menarik pun tercetus dibibir Yahya Toure kala hendak di tawari sampein. ” Tidak, tidak, saya tidak meminum alkohol. saya seorang muslim.” …

Teladan Sepakbola Muslim Eropa [Gbr 3]