| by | Filed under Otomotif, Tips Trik & Modifikasi.

Produksi kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) ramah lingkungan (emisi gas buang rendah) serta irit bahan bakar kini kian banyak diterap oleh produsen kendaraan, dan mesin (dapur pacu) tentu menjadi salah satu faktor dalam hal ini. Dimana mesin (ruang bakar) dibuat se efisien (irit) mungkin dalam pengonsumsian BBM namun tidak mengurangi performa pada mesin itu sendiri, disamping pemilihan penggunaan bahan bakar pada kendaraan juga menjadi faktor utama.

Di Indonesia sendiri sudah banyak beredar berbagai jenis bahan bakar mulai dari premium, pertamax, pertamax plus dan lain-lain. Namun pada umumnya untuk kendaraan motor dan mobil hanya tiga saja yang sering digunakan seperti yang disebutkan sebelumnya, karena memiliki harga relatif terjangkau dikalangan masyarakat. Ke-3 bahan bakar tersebut juga mempunyai kadar oktan yang berbeda-beda, seperti premium memiliki nilai oktanya dibawah 90, pertamax 92 dan pertamax plus 95.

bbm pertamina

Ketiga jenis BBM diatas biasanya digunakan berdasarkan dengan melihat rasio (perbandingan) kompresi pada spesifikasi kendaraan. Untuk lebih jelasnya berikut daftar kadar oktan sesuai dengan rasio kompresi motor mobil:

  • Rasio kompresi 7 sampai 9:1 – BBM kadar oktan 90 kebawah.
  • Rasio kompresi 9 sampai 10:1 – BBM kadar oktan 92.
  • Rasio kompresi 10 sampai 11:1 – BBM kadar oktan 95.

Perlu diketahui juga bahwa bahan bakar beroktan 95 bisa digunakan untuk rasio kompresi dibawahnya (11/10/9/8/7:1), begitu juga untuk bbm beroktan 92.  Sedangkan bahan bakar beroktan dibawah 90 secara harfiah tidak bisa dipakai untuk rasio kompresi diatas 9,0:1 (karena memiliki NOx dan Cox yang banyak ditambah bagian volume udara yang banyak pula, sehingga menghasilkan pembakaran kurang maksimal ).

Beberapa keuntungan juga  dijuga didapat jika menggunakan BBM beroktan tinggi (meskipun harganya terbilang mahal) diantaranya peforma mesin meningkat, ruang bakar bersih dari sisa pembakaran, memperpanjang jarak overhaul, dll.